Semar mendem, inflasi dan berkah Ramadhan

ImageSemalam saya kehilangan kesempatan untuk sholat tarawih. Sebabnya tak lain dan tak bukan adalah semar mendem!

apakah semar mendem itu? –seperti pada gambar disamping– ia adalah jajan yang bentuknya mirip lumpia basah atau dadar gulung. apa bedanya? jika dengan lumpia mungkin semar mendem hanya serupa penampakannya saja, kulit lumpia basah mungkin agak lebih liat, dan kaku, gurihnya sedikit sama, kemudian dari segi isi jelas berbeda lumpia basah berisi rebung manis! jika dibandingkan dengan dadar gulung, semar mendem hampir sama. Saya kerap keliru untuk membedakan mana yang semar mendem mana yang dadar gulung?barangkali kalau suda digigit baru terasa satu sama lainnya? kulit dadar gulung sama tipisnya dengan kulit semar mendem, tapi isinya yang jauh membedakan antara keduanya. Semar mendem berisi ketan yang tetel dan ditengahnya berisi suwiran daging ayam, seperti lemper begitulah! ya, bisa kita katakan semar mendem adalah lemper yang digulung kulit dadar gulung! itu sebabnya bentuk semar mendem biasanya lebih besar, lebih montok daripada dadar gulung yang cuman berisi serutan kelapa manis!

Dalam komposisi seperti itu, tentu saja jika kita memakannya, maka niscaya akan mendem! seperti saya tadi malam, melahap pastel 2 biji plus semar mendem 2 biji, wah bener-bener mendem rasanya!hingga saya tak kuasa untuk berdiri menunaikan tarawih…..

begitulah puasa. terkadang kita salah memaknai buka di kala puasa. kalo sahur sih biasanya kita ogah-ogahan. males, nasi seakan tersendat dikerongkongan. males lah pokoknya. tapi berbeda pada waktu buka…..seakan-akan kita tidak lagi makan karena lapar dan dahaga, tapi lebih mirip bak orang kesurupan! kenapa saya menggunakan kata kesurupan? sebab perumpamaan ini rasanya tepat sekali. Alloh swt pun dalam Al Qur’an juga mempergunakan perumpamaan yang sama, kesurupan! bagi orang-orang yang memakan riba! nah, saya juga menggunakan kata yang sama untuk kita, seperti saya tadi malam, yang berlebihan dalam berbuka puasa! entah bagaimana saya tak mengerti, kayaknya kebiasaan berbuka yang berlimpah ini lazim saja bagi kita. mungkin kebanyakan berpikir, tambahan menu di kala buka adalah balasan untuk jatah makan siang yang kita tinggalkan hari itu! tapi apa yang terjadi? justru menu buka puasa yang kita santap terkadang dua kali lipat dari menu kita di siang hari!

Inilah yang mungkin berlangsung selama Ramadhan ini, kebutuhan-permintaan  bahan pangan masyarakat terus bertambah, sementara produksinya tak bertambah apa akibatnya? ya harga barang menjadi naik! secara simplifikasi saya katakan mungkin pola menu kita inilah yang sedikit banyak mempunyai andil dalam naiknya harga-harga barang! pola menu kita menyebabkan inflasi! padahal Alloh swt dengan ibadah puasa itu mungkin menghendaki-memaksudkan kita mengkonsumsi lebih sedikit makanan daripada sebelumnya dan sesudahnya? tapi ironinya ya itu kita malah berbuka sambil kesurupan……jadi Ramadhan justru tidak mengurangi kebutuhan-kemauan-nafsu kita malah bertambah!

namun demikian, di sisi lain. dengan maraknya pedagang-pedagang dadakan yang menjajakan jajanan menjelang buka puasa, yang menyediakan jajanan perangkat kesurupan kita itu, adalah berkah tersendiri buat mereka ! mereka, pedagang-pedagang dadakan ini  beroleh income yang biasanya tak di dapat di luar bulan Ramadhan. sehingga tak salah juga jika ustadz-ustadz di berbagai majlis mengatakan “Ramadhan ini adalah bulan penuh berkah!”

nah gimana ini?begitulah paradoksnya kehidupan,yang satu bilang gawat (karena inflasi) yang satu bilang berkah! paradoks! saya jadi mendem memikirkannya! mendem tak hanya karena semar mendem?!?!           

 

Note :

mendem = kosa kata jawa Suroboyoan, berarti mabok

tulisan ini saya post pertamakali pada 3 September 2008

 

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: